Sabtu, 25 Agustus 2012

Palestina-Israel: Surat Al-Fath ayat 26-27

Pemimpin Hizbullah Syed Hasan Nasrullah Minta semua muslim untuk membaca surah al Fath ayat 26-27 , Surat yunus ayat 85 - 86 & 88..tepat malam ini serentak di seluruh penjuru dunia... kita serukan firman allah pada malam ini  .mohon sebarkan agar Israel hancur  FWRD
Saudara se agama telah di kepung tunggu massa untuk di sembelih. keadaan amat dahsyat Tunggsaja  jihad kita.  Saya dengan sangat meminta tolong kepada kalian para sahabat. sebarkan se luasnya.. Allahuakbar......!!!!!!!!!!!  
   

 Masih tentang serangan “Genocide” biadab Israel terhadap Palestina. Sudah hampir dua minggu serangan itu tak jua berakhir. Korban jiwa pun sudah lebih dari angka 350, dan mungkin akan terus bertambah. Sedangkan yang luka-luka sudah menembus angka 1000.

Kemarin saya mendapatan 2 pesan singkat yang masuk ke inbox HP. Pesan singkat yang tentunya sekitar permasalahan serangan Israel ke Palestina. Walau pesan singkat itu berbeda teks namun isiya senafas. Yaitu, sebuah permintaan untuk membacakan Quran Surat Al-Fath (48).

Pesan pertama berbunyi, “Ass.ww, Pimpinan Hizbullah, Libanon, Sayed Hasan Nasrallah mminta slrh Muslim u/ melafazkan (QS.48)Al-Fath, ayat 26-27, agar Israel hancur. mhn sebarkn, wss.”

Sedangkan pesan kedua berbunyi, “Imam masjid istiqlal (prof.Dr.KH.Ali Mustafa Ya’qub) mendapat pesan dari sahabat di Palestina agar umat muslim sedunia memmbc surat Al-Fath malam ini. sebarkn.”

Menyikapi SMS di atas, hati saya sempat bertanya. Apa hubungan antara surat Al-Fath dengan peristiwa ini. Namun terlepas dari, apakah sms itu hanyalah ajakan yang dibuat-buat atau malah ajakan yang sangat tidak menyunnah, saya berusaha berbaik sangka terhadap pesan ini.

Sedikit membahas Surat Al-Fath. Surat Al-Fath ini membicarakan tentang kemenangan – yang tidak diketahui/dirasakan umat muslim sebelumnya – lewat perjanjian Hudaibiah yang tampak sangat merugikan dan mengaibkan Islam. Surat itu turun ketika Nabi SAW dan umatnya kembali ke Madinah setelah melakukan penandatanganan perjanjian yang sangat menusuk dan menyakitkan dada para sahabat kala itu. Menurut banyak riwayat, Rasul sangat senang sekali kala menerima wahyu surat ini, bahkan ia sangat mencintai ayat-ayat dalam surah tersebut lebih dari apapun di dunia ini.

Kemenangan yang sebenarnya dimulai dari ulah kafir Quraisy sendiri yang tidak konsisten terhadap isi perjanjiannya. Seiring waktu berjalan, Nabi saw mulai merasakan keuntungan besar yang tersembunyi di balik perjanjian Hudaibiyah yang terkesan kontroversial itu. Keuntungan yang sangat signifikan adalah meluasnya dakwah islamiyah hingga ke berbagai penjuru dunia. Masih banyak keuntungan-keuntungan lainnya yang akhirnya malah cenderung menimbulkan kerugian di pihak Kafir Quraisy. Pada akhirnya, kaum Quraisy sendiri yang melanggar perjanjian tersebut. Pelanggaran ini disambut oleh kaum muslimin dengan peristiwa yang membuktikan bahwa Allah tidak pernah melanggar janjinya sebagaimana yang termaktub dalam surat al-Fath. Peristiwa itu adalah Fathu Makkah.

Itulah sepenggal cerita dari Surat Al-Fath. Berikut ini saya kutipkan terjemahan surat Al-Fath ayat 26 dan 27,

26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan Jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa[1404] dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan Sebenarnya (yaitu) bahwa Sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat[1405].
[1404] Kalimat takwa ialah kalimat tauhid dan memurnikan ketaatan kepada Allah.
[1405] Selang beberapa lama sebelum terjadi Perdamaian Hudaibiyah nabi Muhammad s.a.w. bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekah dan Masjidil Haram dalam keadaan sebahagian mereka bercukur rambut dan sebahagian lagi bergunting. nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu akan terjadi nanti. Kemudian berita Ini tersiar di kalangan kaum muslim, orang-orang munafik, orang-orang Yahudi dan Nasrani. setelah terjadi perdamaian Hudaibiyah dan kaum muslimin waktu itu tidak sampai memasuki Mekah Maka orang-orang munafik memperolok-olokkan nabi dan menyatakan bahwa mimpi nabi yang dikatakan beliau pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat Ini yang menyatakan bahwa mimpi nabi itu pasti akan menjadi kenyataan di tahun yang akan datang. dan sebelum itu dalam waktu yang dekat nabi akan menaklukkan kota Khaibar. Andaikata pada tahun terjadinya perdamaian Hudaibiyah itu kaum muslim memasuki kota Mekah, Maka dikhawatirkan keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada dalam kota Mekah waktu itu.
Di luar dari, apakah kita harus melaksanakan ajakan dari sms itu atau tidak, yang perlu kita ketahui adalah bahwa ayat ini sangat disukai oleh Rosul SAW. Karena ayat ini merupakah janji yang ditepati oleh Allah terhadap Rasul SAW dan Islam.

Inti dari ajakan sms itu, mungkin menurut saya, adalah sebuah doa agar umat islam khususnya di Palestina bisa meraih kesabaran dan akhirnya mendapatkan kemenangan besar dari Israel. Amin. (dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar: